Rabu, 05 Juli 2017

Berhala Kok Mengaku Ada Tuhan, Iki Gendheng !!!

Tags


Sebutlah gerakan islam pemurnian yang kini sedang heboh menggemparkan warganet dan masyarakat, mengapa tidak ini diakibatkan dengan serangkaian aksi brutal yang dilakukan oleh gerakan islam pemurnian tersebut.

Gerakan islam pemurnian, memang agak ribet sih dalam penyebutannya dicoretan ini. Namun ada satu alasan saya tak menyebutkan nama pendek atau singkatan dari gerakan itu, mengapa? Tak lain adalah salah satu perhitungan jika akronim atau singkatan itu saya sebut justru itu namanya paid promote. Dan saya kan gak dapet royaltinya tu, jadi bolehkan saya pake alesan ini, biar gak seperti para buzzer yang tren sekarang cepat atau lambat dari pekerjaan ini anda akan mendapatkan mobil.

Lanjut singkat cerita aksi gerakan ini setelah mulai lemah dibagian di timur tengah sana, mereka dengan gesit langsung merambah ke wilayah asia. Wilayah yang tak sedikit pemikirannya masih belantara, ini cukup bagi mereka untuk mengeksploitasi disini ya disini.

Hutan belantara yang masih lemah dari perlindungan pemikiran mendalam dan ideologi manfaat di masyarakatnya.
Melihat misinya sih, mungkin kalian sudah tau jauh dan persis dari gerakan ini. Menggulingkan pemerintahan yang di anggap tirani dan menggantinya dengan khilafah, seperti itu "intinya".

Khilafah itu baik sebenarnya, namun nasibnya ia justru kalah datangnya dengan sistem republik yang lebih dulu dipilih oleh bapak pendiri bangsa kita. Dan salahnya justru kepentingan yang menunggangi khilafah dan pengaplikasiannya, pasang benderalah hitam putih, menulis surat ancaman, dan paling fatal menikam aparat pengaman yang mengamankan mereka sendiri.

Dari segerombolan fenomena ini, saya menggambarkan dua tokoh fiksi para mbangbung (orang yang tak jelas hidupnya) namun mekar hatinya, mekar dalam pemikirannya, dan manfaat ideologinya. Dua tokoh itu sebut saja Mulyono dan Maryono dua sahabat yang gemblung tak karuan.

Maryono ia mengambarkan sejumlah permasalahan yang terjadi di negeri hebat yang di bela oleh maha patih Gajdjah Mada. Maryono menuturkan yang sedang chaos saat ini adalah adanya para kaum "islam sejati" bahwa berhala yang tren kini adalah pancasila.

Maryono begitu memerah begitu mendengar ada sepucuk surat yang menyebutkan bahwa dasar negara ini adalah berhala Pancasila yang begitu banyak menyembahnya.

"Lak iki gendheng namanya" ujarnya.

"Berhala kok masih sempet mengakui tuhan. Dan dikorek lagi berhala kok mengaku ada tuhan yang maha Esa, yang terkandung dalam butir Pancasila"

Dilanjutnya "Namanya berhala ya berhala, suatu dzat yang diciptakan untuk disembah" jelasnya sewot.

"Berhala eksistensinya kok hanya timbul tenggelam dalam legitimasinya dimuka publik, berhala kok diam-diam. Mengaku dan sangat terusik dengan tameng keamanan yang melindungi dirinya sendiri"

Mulyono yang sedang lewat depan rumah si Mar, langsung kaget dan melonjak menanyakan reaksi dari yang didengarnya.

"Mas.. Kok zamane sekarang gendheng ya" sahut Muljono.

Maryono ketua geng mbangbung pun terkesan atas perkataan yang dilontarkan si Mul itu.

"Saiki nek ra gendheng ra mangan Mul" sahut senyum kecut Maryono, sambil mrengos ke arah Mul.

"Wo lah kowe podo ae gendheng Mar ditakon kok malah ra genah" tutup si Mul.
-wahyu

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon